Rapat Pengurus Rumah Desa (RDS) di Nagari Koto Tangah Untuk Persiapan Pelaksanaan Rembuk Stunting Musna Khusus.

a2-1 Rapat Pengurus Rumah Desa (RDS) di Nagari Koto Tangah Untuk Persiapan Pelaksanaan Rembuk Stunting Musna Khusus.

Koto Tangah, Kamis (4/6/2026) Pemerintahan Nagari Koto Tangah kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dengan menggelar Rapat Pengurus Rumah Desa Sehat (RDS). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan Rembuk Stunting Musyawarah Nagari (Musna) Khusus yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Rapat berlangsung bertempat di kantor Wali Nagari Koto Tangah dan seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari anggaran Dana Desa Tahun 2026.

Penanganan stunting memang menjadi salah satu program prioritas nasional yang terus digaungkan hingga ke tingkat nagari. Melalui rapat persiapan ini, Pemerintah Nagari Koto Tangah berupaya memastikan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan stunting memiliki pemahaman yang sama serta langkah yang terkoordinasi sebelum pelaksanaan Musna Khusus digelar.

Kegiatan tersebut difasilitasi langsung oleh Wali Nagari Koto Tangah, Bapak Amrizal Gunawan DT. Maruhun. Kehadiran dan keterlibatan langsung Wali Nagari dalam rapat ini mencerminkan keseriusan pemerintah nagari dalam mengawal isu stunting sebagai persoalan yang tidak bisa ditangani secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintahan, tokoh adat, tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga kader-kader di tingkat akar rumput.

a1 Rapat Pengurus Rumah Desa (RDS) di Nagari Koto Tangah Untuk Persiapan Pelaksanaan Rembuk Stunting Musna Khusus.

Rapat ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Rumah Desa Sehat (RDS) yang mewakili berbagai unsur strategis di nagari, di antaranya:

  1. Kantor Urusan Agama (KUA)
  2. PKK Nagari
  3. Ketua Kerapatan Adat Nagari
  4. Kapolsek dan Babinkantibmas
  5. Kepala Puskesmas Pekan Kamis dan Kapau
  6. Pendamping Desa dari unsur PD/PDTI/PLD
  7. Perangkat Nagari Persiapan
  8. Kader Kampiun
  9. Kader Pembangunan Manusia (KPM)
  10. Guru TK/PAUD
  11. Kader Posyandu

Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa penanganan stunting di Nagari Koto Tangah tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi juga melibatkan sektor keagamaan, pendidikan, keamanan, adat, hingga pemberdayaan masyarakat. Pendekatan lintas sektor semacam ini dinilai penting agar penanganan stunting dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek gizi, pola asuh, lingkungan, hingga edukasi kepada masyarakat.

Jalannya rapat dipimpin oleh Sekretaris Nagari Koto Tangah, Bapak Budi Satria, S.I.P. Dalam rapat tersebut, agenda utama yang dibahas meliputi penyampaian rekapan hasil kajian mengenai kondisi stunting di Nagari Koto Tangah, serta penyusunan perencanaan penanganan yang akan menjadi bahan pembahasan pada Rembuk Stunting Musna Khusus mendatang.

Selain membahas soal stunting, rapat ini juga mengangkat agenda penting lainnya, yakni transformasi dan pembentukan pengurus baru dari Tim Penggerak (TP) Posyandu ILP LKD. Transformasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat nagari, sejalan dengan kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang tengah didorong pemerintah untuk memperkuat peran posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Melalui rapat persiapan ini, Pemerintah Nagari Koto Tangah berharap pelaksanaan Rembuk Stunting Musna Khusus nantinya dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan menghasilkan langkah-langkah konkret dalam penanganan stunting di wilayah Koto Tangah. Sinergi antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, tokoh adat, aparat keamanan, dunia pendidikan, serta kader-kader di tingkat akar rumput diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak-anak di Nagari Koto Tangah.

Ke depannya, seluruh unsur yang tergabung dalam Pengurus Rumah Desa Sehat diharapkan dapat terus berkoordinasi dan menjalankan peran masing-masing secara optimal, sehingga program penanganan stunting yang didukung oleh Dana Desa Tahun 2026 ini dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak di Nagari Koto Tangah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *